PON, Semangat kebangkitan nasional

![]()
S
EMARAK, Pembukaan Pekan Olahraga Nasional XVII
2008 Kaltim, di Gelora Utama Palaran, Samarinda, berlangsung semarak
kemarin. PON digelar 5–17 Juli 2008.
SAMARINDA(SINDO) – Pekan Olahraga Nasional (PON)
XVII Kalimantan Timur (Kaltim) resmi dibuka Presiden RI Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY) tadi malam.
Bertempat di
Stadion Utama Palaran, Samarinda, SBY yang didampingi Menteri Negara
Pemuda dan Olahraga (Menegpora) Adhyaksa Dault dan Ketua Umum KONI/-
KOI Pusat Rita Subowo menekankan pentingnya pembinaan berkesinambungan
atlet nasional. Dalam pidatonya, SBY menguraikan hajatan besar
multievent kali memiliki momentum yang pas, yakni bertepatan dengan 100
tahun Kebangkitan Nasional.
Diharapkan pesta
olahraga empat tahunan itu mampu menggelorakan semangat olahraga
Indonesia dan membangkitkan prestasi ke tingkat dunia. ”PON kali ini
disemangati dengan rasa kebangkitan Indonesia, maka kita yakin bisa
menjadi negara yang lebih mandiri,”kata SBY.
PON,
sambung SBY, merupakan salah satu amanah Undang-Undang Sistem
Keolahragaan Nasional dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga agar
dapat membawa citra dan kehormatan bangsa.Namun dalam proses pencapaian
prestasi, perlu pembinaan yang berkesinambungan dan sistematis.
”Prestasi
seorang atlet tidak bisa ditempuh melalui jalan pintas.Karena itu
banyaknya kegiatan yang digelar diiringi dengan pembinaan yang
berkesinambungan merupakan proses untuk meningkatkan prestasi para
atlet yang terus kita lakukan secara sungguh-sungguh,” sambungnya.
SBY
juga mengajak segenap jajaran KONI dan Menegpora untuk lebih
meningkatkan olahraga di tingkat pusat maupun daerah. Karena, pembinaan
daerah tidak saja sebagai upaya meningkatkan prestasi yang dapat
mengharumkan nama Indonesia, tapi juga sebagai sarana perekat persatuan
dan kesatuan bangsa.
Pada PON XVII kali ini,
kontingen asal Sulawesi Barat menjadi kontingen yang paling sedikit
mengirimkan atletnya. Sulawesi Barat hanya mengutus 31 atlet yang turun
di 10 cabang olahraga.Sementara sebagai kontingen tuan rumah,Kaltim
menjadi tim yang paling gemuk dengan membawa 1.417 kekuatan. Sebelum
pembukaan digelar, suasana Bumi Etan Kalimantan seharian diguyur hujan.
Hujan terus turun sejak pukul 09.00 hingga pukul
19.00 Waktu Indonesia Tengah (Wita) atau mendekati acara pembukaan.
Namun, hal tersebut tidak mengurangi antusiasme dan motivasi warga
Samarinda untuk menyaksikan sejarah baru di tempat mereka tinggal.
Sejak siang hari mereka berbondong-bondong menuju ke kawasan kompleks
Stadion Utama Palaran.
Ketua Umum PB PON XVII
Kaltim Yurnalis Ngayoh memaparkan, perhelatan PON di Kaltim merupakan
PON yang terbesar dalam jumlah cabang olahraga dan terbanyak dalam
jumlah atlet serta medali yang diperebutkan. Medali emas yang akan
diperebutkan sebanyak 751 keping, perak 751, dan perunggu 956.
”PON
kali ini menjadi sejarah baru dari penyelenggaraan sebelumnya karena
jumlah emas yang diperebutkan lebih banyak dari yang sebelumnya pernah
ada. Melihat kenyataannya masyarakat Kaltim bisa menyaksikan langsung
sejarah baru ini di Bumi Etan Kalimantan,” paparnya.
Sementara
itu, Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo mengatakan, prestasi atlet
Indonesia sudah saatnya bangkit.Indonesia sudah lama terlelap saat
negara lain telah berbicara melalui prestasi gemilang. Kendati
demikian, Rita mengaku bukan pekerjaan mudah membangkitkan prestasi
olahraga Indonesia.
Diperlukan usaha keras agar
prestasi itu muncul tanpa instan.”Kami telah berusaha keras sejauh ini,
tapi pekerjaan itu memang tidak semudah membalikkan telapak tangan,”
ujar Rita kepada SINDO kemarin. Menurutnya,wakil pemerintah itu
menciptakan terobosan baru seperti pemberlakuan ekstrakurikuler di
tingkat pelajar. Penciptaan kompetisi melalui program pelatnas hingga
program Atlet Andalan (PAL) yang digelontorkan Kementerian Pemuda dan
Olahraga.
”Kami berharap semua program yang
telah dijalani sejauh ini akan meningkatkan prestasi atlet Indonesia.
Sebab, kami ingin seluruh atlet mampu berbicara di tingkat
internasional,”ujarnya. Sementara Ketua PB PON Indra Kartasasmita
mengatakan, pembukaan oleh Presiden SBY diharapkan akan membangkitkan
semangat para atlet yang berlaga di Kaltim.
Dia
pun tak mempermasalahkan rumor tuan rumah yang dianggap belum siap
menghadapi multievent ini. ”Peningkatan kualitas atlet pasti terkendala
jika melihat tempat pertandingan yang digelar di enam kota.Namun, kami
bersyukur kekurangan itu dapat ditutupi sejauh ini,” ujarnya. (sidratul
muntaha/edi yuli)